Monday, January 17, 2011

INDONESIAN TRADITIONAL BIOTECHNOLOGY : TEMPE



Jepang memasyarakatkan tempe dengan semboyan, ”makanan enak belum tentu sehat, Makanan sehat belum Tentu enak, makan enak dan sehat adalah Tempe”, hal ini menunjukan bahwa tempe semakin mengglobal dan sangat prospektif menjadi mekanan global. Sayangnya tempe segar, mudah sekali membusuk (semangit – jw) dan menjadi tidak disukai kecuali untuk bumbu tertentu (bobor, mangut).

Untuk mendapatkan manfaat tempe dalam jangka panjang, sekaligus mudah diolah menjadi berbagai menu, maka mengubah tempe menjadi tepung tempe adalah sebuah pilihan rasional

Tepung tempe pada akhirnya dapat dimanfaatkan untuk mengganti tepung -tepung pati (tepung dengan kandungan gizi karbohidrat) seperti tepung beras, terigu, tapioka maizena sehingga disvertisifikasi nilai gizi dapat dilakukan. Atau untuk beberapa alasan, tepung tempe ini dapat digunakan dengan dikombinasikan bersama tepung lain sesuai menu yang diinginkan. Dengan demikian dapat diciptakan menu seimbang, karena pada umumnya makanan utama penduduk dunia adalah karbohidrat, jika lauk atau gorengannya juga menggunakan tepung karbohidrat, maka diperoleh asupan nilai gizi yang kurang seimbang, terlalu besar karbohidratnya.



Nilai Gizi Tempe


Kandungan dan Komposisi gizi tempe baik kadar protein, lemak, dan karbohidratnya tidak banyak berubah dibandingkan dengan bahan asalnya, kedelai. Namun, karena adanya enzim pencernaan yang dihasilkan oleh Rhizopus Orizai, Rizopus Stoloniferus, dan Rizopus Oligosporus, maka protein, lemak, dan karbohidrat pada tempe menjadi lebih mudah dicerna di dalam tubuh dibandingkan yang terdapat dalam kedelai. Oleh karena itu, tempe sangat baik untuk diberikan kepada segala kelompok umur (dari bayi hingga lansia), sehingga bisa disebut sebagai makanan semua umur.

Hasil fermentasi kedelai ini berpotensi untuk digunakan melawan radikal bebas, sehingga dapat menghambat proses penuaan dan mencegah terjadinya penyakit degeneratif (aterosklerosis, jantung koroner, diabetes melitus, kanker, dan lain-lain). Selain itu tempe juga mengandung zat antibakteri penyebab diare, zt kholestelolitik (pengurai kolesterol), pencegah penyakit jantung, hipertensi, dan lain-lain



Secara kimiawi, terjadi beberapa hal yang menguntungkan pada tempe dibandingkan kedelai. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya kadar padatan terlarut, nitrogen terlarut, asam amino bebas, asam lemak bebas, nilai cerna, nilai efisiensi protein, serta skor proteinnya.

Kandungan gizi tempe dinyatakan dalam berbagai penelitian ternyata lebih mudah dicerna, diserap, dan dimanfaatkan tubuh dibandingkan dengan yang ada dalam kedelai. Ini telah dibuktikan pada bayi dan anak balita penderita gizi buruk dan diare kronis.
Dengan pemberian tempe , pertumbuhan berat badan penderita gizi buruk akan meningkat dan diare menjadi sembuh dalam waktu singkat. Pengolahan kedelai menjadi tempe akan menurunkan kadar raffinosa dan stakiosa, yaitu suatu senyawa penyebab timbulnya gejala flatulensi (kembung perut).

Mutu gizi tempe yang tinggi memungkinkan penambahan tempe untuk meningkatkan mutu serealia dan umbi-umbian. Hidangan makanan sehari-hari yang terdiri dari nasi, jagung, atau tiwul akan meningkat mutu gizinya bila ditambah tempe .



Tempe goreng dengan berat sekitar 50 gr sudah cukup untuk meningkatkan mutu gizi 200 g nasi. Bahan makanan campuran beras-tempe, jagung-tempe, gaplek-tempe, dalam perbandingan 7:3, sudah cukup baik untuk diberikan kepada anak balita.

Asam Lemak

Saat pembuatan tempe, selama proses fermentasi tempe , terdapat tendensi adanya peningkatan derajat ketidakjenuhan terhadap lemak. Dengan demikian, asam lemak tidak jenuh majemuk (polyunsaturated fatty acids, PUFA) meningkat jumlahnya. Dalam proses itu asam palmitat dan asam linoleat sedikit mengalami penurunan, sedangkan kenaikan terjadi pada asam oleat dan linolenat (asam linolenat tidak terdapat pada kedelai). Asam lemak tidak jenuh mempunyai efek penurunan terhadap kandungan kolesterol serum, sehingga dapat menetralkan efek negatif sterol di dalam tubuh.

Vitamin

Dua kelompok vitamin terdapat pada tempe , yaitu larut air (vitamin B kompleks) dan larut lemak (vitamin A, D, E, dan K). Tempe merupakan sumber vitamin B yang sangat potensial. Jenis vitamin yang terkandung dalam tempe antara lain vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), asam pantotenat, asam nikotinat (niasin), vitamin B6 (piridoksin), dan B12 (sianokobalamin).

Vitamin B12 umumnya terdapat pada produk-produk hewani dan tidak dijumpai pada makanan nabati (sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian), namun tempe mengandung vitamin B12 sehingga tempe menjadi satu-satunya sumber vitamin yang potensial dari bahan pangan nabati. Kenaikan kadar vitamin B12 paling mencolok pada pembuatan tempe; vitamin B12 aktivitasnya meningkat sampai 33 kali selama fermentasi dari kedelai, riboflavin naik sekitar 8-47 kali, piridoksin 4-14 kali, niasin 2-5 kali, biotin 2-3 kali, asam folat 4-5 kali, dan asam pantotenat 2 kali lipat. Vitamin ini tidak diproduksi oleh kapang tempe , tetapi oleh bakteri kontaminan seperti Klebsiella pneumoniae dan Citrobacter freundii.






Vitamin B12 atau Cobalamin, dalam kombinasi dengan Folacin (Vitamin B12 juga
dikenali sebagai Asid Folik)vitamin ini digunakan untuk pembentukan sel darah merah
membantu dan mengekalkan pelindung selaput saraf. Kekurangan
Simtom kekurangan Vitamin B12 ialah: Pernicious Anemia Lumpuh otot dan urat saraf.

Kadar vitamin B12 dalam tempe berkisar antara 1,5 sampai 6,3 mikrogram per 100 gram tempe kering. Jumlah ini telah dapat mencukupi kebutuhan vitamin B12 seseorang per hari. Dengan adanya vitamin B12 pada tempe , para vegetarian tidak perlu merasa khawatir akan kekurangan vitamin B12, sepanjang mereka melibatkan tempe dalam menu hariannya.


Mineral




Tempe mengandung mineral makro dan mikro dalam jumlah yang cukup. Jumlah mineral besi, tembaga, dan zink berturut-turut adalah 9,39; 2,87; dan 8,05 mg setiap 100 g tempe . Adanya Zink ini menjadi tempe sebagai sumbur katalis berbagai reaksi tubuh, karena zink merupakan aktivator 200-300 enzim dan hormon. Zink juga dapat meningkatkan kecerdasan, pertumbuhan, penglihatan bahkan reproduksi.

Rizhopus orizai, Rizopus stoloniferus dan Rizopus oligosporus dapat menghasilkan enzim fitase yang akan menguraikan asam fitat (yang mengikat beberapa mineral) menjadi fosfor dan inositol. Dengan terurainya asam fitat, mineral-mineral tertentu (seperti besi, kalsium, magnesium, dan zink) menjadi lebih tersedia untuk dimanfaatkan tubuh.

Antioksidan

Di dalam tempe juga ditemukan suatu zat antioksidan dalam bentuk isoflavon. Seperti halnya vitamin C, E, dan karotenoid, isoflavon juga merupakan antioksidan yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikal bebas.

Dalam kedelai terdapat tiga jenis isoflavon, yaitu daidzein, glisitein, dan genistein. Pada tempe , di samping ketiga jenis isoflavon tersebut juga terdapat antioksidan faktor II (6,7,4-trihidroksi isoflavon) yang mempunyai sifat antioksidan paling kuat dibandingkan dengan isoflavon dalam kedelai. Antioksidan ini disintesis pada saat terjadinya proses fermentasi kedelai menjadi tempe oleh bakteri Micrococcus luteus dan Coreyne bacterium.




Penuaan (aging) dapat dihambat bila dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung antioksidan yang cukup. Karena tempe merupakan sumber antioksidan yang baik, konsumsinya dalam jumlah cukup secara teratur dapat mencegah terjadinya proses penuaan dini. Dengan kata lain tempe adalah makanan yang bikin awet muda.

Penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, Amerika Serikat, menemukan bahwa genestein dan fitoestrogen yang terdapat pada tempe ternyata dapat mencegah kanker prostat dan payudara.




Rubahlah paradigma kita selama ini yang seolah olah menyepelekan tempa dengan meluasnya umpatan "mental tempe". Padahal tempe begitu penuh manfaat. Sementara itu, berbagai fast food, justru terbukti sebagai pembunuh nomor satu di Amerika Serikat.

Memang, dengan tampilan tempe segar seperti itu, menjadikan tempe kurang mengundang selera. Namun ketika tempe diawetkan dengan pengeringan dan dijadikan tepung, maka pengolahan tempe menjadi berbagai menu baru baik lokal maupun internatsional.


Dapatkan manfaat tempe dalam berbagai menu sajian . Anda dapat mengolahnya menjadi , Nugget, Epikatsu, Ninikukatsu, Kanikukatsu, Bakso, Spagetti, frenfrice, Chicken katsu,puyunghay,tempekatsu,Burger, omelet,Risoles, Pergedel, Tembro (tempe di Jero), Arem - Arem Pasta Tempe dll, semua hasil olahan berbahan tepung tempe baik sebagai subtitusi maupun kombinasi.
Perhatikan aneka produk olahan berbahan tepung te,pe berikut :



Bagaimana pendapat konsumen etelah menikmati berbagai produk olehan berbahan tepung tempe ? Klik Video berikut :

Spagetty Tempe :






Dengan mengganti tepung karbohidrat (Beras, Terigu, Tapioka, Maizena) atau menguranginya dengan mengkombinasikannya dengan tepung tempe, maka peningkatan dan diversifikasi gizi pada asupan makanan kita menjadi lebih baik.
Jika anda ingin mendapatkan Tepung Tempe : Delicious and Healthy Food, silakan hubungi kami.

Harga Rp.3.750 per Ons. Pesan minimal 1 kg tambah ongkos kirim 15 %.